Sentra Keripik Teri Krispi Ini Berdiri Berkat Perpustakaan Melati

PAMEKASAN – Pamekasan, salah satu Kabupaten di Pulau Madura, menjadi sentra keripik laut.

Suasana Perpustakaan Melati, Desa Bunder, Pamekasan, Madura.

Bisnis pembuatan keripik laut yang berkembang ini tak luput dari peran Perpustakaan Melati, yang terletak di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Pengelola sekaligus pengurus perpustakaan Melati, Fathul Janah (42), mengatakan, warga banyak yang menimba ilmu dengan membaca di perpustakaan, dan sukses membuka usaha.

“Banyak warga desa yang memiliki pengetahuan baru lalu dipraktekkan, pada akhirnya buka usaha,” terangnya dalam acara Peer Learning Meeting (Diskusi Publik) mengenai perpustakaan yang diadakan oleh PerpuSeru, di Aula Hotel Ungasan, Kuta Selatan, Bali, Kamis (21/5/2015).

Perpustakaan yang sudah ada sejak 2009 ini sudah memiliki lebih dari 2000 koleksi buku.

“Buku yang kami dapatkan di sini dari sumbangan perpustakaan daerah, dan juga dapat bantuan dari PerpuSeru,” tambah Janah.

Bantuan yang diberikan selain buku, juga tiga komputer beserta jaringan internet.

Perpustakaan ini juga dibuat sebagai tempat kegiatan penyuluhan untuk iburumah tangga.

Kegiatan yang diberikan ialah seputar pembuatan keripik teri krispi, yang bahannya mudah didapat di daerah itu.

“Teri kalau di sini mudah didapat, jadi tinggal bagaimana cara pengolahan yang benar,” tambah ibu satu anak ini.

Selain itu, kegiatan juga dilakukan untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD), yakni dengan memberikan pelatihan komputer dan kursus Bahasa Inggris gratis.

Sedangkan untuk remaja diberi pelatihan seperti membatik, lalu ketrampilan bidang otomotif dan bengkel.

Selain ikan teri, warga desa Bunder juga membuat abon lele, dan juga olahan makanan rengginan.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Sri Sularsih mengatakan, kalau kehadiran perpustakaan di suatu daerah disesuaikan dengan kebutuhan daerah itu.

“Kalau di Pamekasan kita lihat penduduknya mayoritas sebagai nelayan, maka kebutuhan ilmu dan buku-buku juga seputar nelayan. Tapi tetap diimbangi sama ilmu yang lain,” terangnya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s