Coca Cola Bantu Perpustaan di Pedesaan

Pasuruan – Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) melalui program ‘PerpuSeru’ memperluas cakupan programnya, terhadap 70 Perpustakaan Desa dan 6 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di 19 Kabupaten yang ada di Indonesia.

“Perluasan ini merupakan bagian dari upaya untuk terus mengembangkan potensi perpustakaan, baik di tingkat  Kabupaten maupun Desa dalam memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan di daerah mereka,” ujar Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia, Titie Sadarini, kepada beritajatim.com, Sabtu (23/05/2015).

Ia menjelaskan, fokus utama ‘PerpuSeru’, yaitu untuk mengembangkan perpustakaan menjadi pusat belajar dan berkegiatan masyarakat  yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dengan  tujuan dapat memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Selama kurang lebih 4 tahun pelaksanaannya kami sudah melihat banyak  peran strategis  yang dapat dimainkan oleh perpustakaan yang  telah membawa dampak positif bagi masyarakat, mulai dari  literasi digital hingga perbaikan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat,” terangnya kepada beritajatim.com.

Titie juga mengungkapkan, beberapa waktu yang lalu ‘PerpuSeru’ mengadakan acara Peer Learning Meeting (PLM) yang diselenggarakan di Bali selama empat hari. Pada kesempatan itu, ‘PerpuSeru’ bersama dengan lebih dari 400 penggiat perpustakaan di daerah, termasuk para kepala dan pengurus perpustakaan, pengelola Taman Bacaan Masyarakat, hingga para Kepala Daerah yang terkait, saling berbagi keberhasilan dalam pengembangan perpustakaan di tempat mereka masing-masing.

Sementara itu, Erlyn Sulistyaningsih, Direktur Program PerpuSeru menambahkan, keberhasilan suatu perpustakaan harus bisa direplikasi. Untuk itu pihaknya selalu berusaha untuk terus memfasilitasi kesempatan untuk saling belajar, memotivasi, dan menginspirasi.

“Hal ini untuk terus melanjutkan  Program ‘PerpuSeru’ di lebih banyak perpustakaan lagi, hingga ke tingkat pedesaan, agar  dapat memberi manfaat yang lebih luas  bagi  masyarakat  dan pencapaian pembangunan daerah,” terangnya.

Menurutnya, dari  hasil pengamatan Common Impact Measurement System (CIMS)  yang dilakukan pihaknya, selama dua minggu di delapan perpustakaan mitra program terpilih, yakni  Bengkulu Utara (Bengkulu), Tabalong (Kalimantan Selatan), Jepara (Jawa Tengah), Gunungkidul (DI Yogyakarta), Bojonegoro, Pamekasan (Jawa Timur), Lombok Tengah, dan Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat) tersebut, diketahui adanya perpustakaan daerah kabupaten/kota mampu berkontribusi besar dalam pencapaian  tujuan pembangunan di wilayah setempat.

“Keberadaan perpustakaan daerah juga mampu menularkan keberhasilan dan transfer kapabilitas ke perpustakaan desa sehingga memberi manfaat bagi masyarakat yang lebih luas, yakni seperti menghemat biaya dengan adanya internet gratis. Serta minat baca  yang meningkat sebagai hasil masyarakat sering menggunakan layanan perpustakaan,” pungkasnya. [oci]

Sumber: beritajatim.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s