Kisah inspiratif Fauzi, penjual jamu ‘cekoki’ anak-anak dengan buku

Terinspirasi dari keinginannya untuk mencerdaskan anak-anak, Muhammad Fauzi, si penjual jamu tradisional membuka perpustakaan gratis di rumahnya, Jalan Sukorejo RT 9 RW 3, Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Tak hanya itu, kala berkeliling menjajakan jamu tradisional racikan sendiri, bapak dua anak itu juga membawa puluhan buku untuk disewakan gratis pada pelanggannya.

Setiap hari dengan motornya, Fauzi menjual jamu beras kencur dan sinom mulai pukul 06.30 hingga 11.00 WIB. Dia mangkal di area pabrik yang ada di wilayah Karangbong, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Pelanggannya kebanyakan buruh pabrik. Di belakang lapak jamunya tertulis saiki jamane moco rek (sekarang zamannya baca).

“Waktu jual jamu, saya bawa sekitar 70 buku, tapi bisa request judul buku, kalau buku yang diminta pelanggan enggak saya bawa. Buku-buku yang dipinjam bisa dibawa pulang, asal satu minggu sudah dikembalikan. Dan yang nyewa harus orang yang saya kenal. Takutnya bukunya tidak kembali,” terang Fauzi pada merdeka.com di rumahnya, Kamis malam (21/5).

Alumni Pondok Pesantren Bustanul Arifin di Kecamatan Songgon, Banyuwangi ini menceritakan awal niatnya membuka perpustakaan yang dimulainya pada Tahun 2011 silam.

“Setelah lulus SMP, saya mondok di Pesantren Bustanul Arifin. Tujuh tahun saya mondok. Kemudian menikah dan mulai jualan jamu Tahun 2008. Setelah itu, di sebelah rumah saya, ada bangunan bekas Poliklinik Desa, yang sudah dua tahun tidak digunakan,” cerita lelaki 33 tahun itu.

Kemudian, bersama teman satu kampungnya, Riyanto, Fauzi menggelar obrolan santai. “Saya bilang, sayang bangunan (Poliklinik Desa) ini tidak dimanfaatkan, terus Riyanto bilang dibikin perpustakaan saja. Akhirnya Tahun 2011 saya bikin perpustakaan sama Riyanto. Dia itu motivator saya,” katanya.

Sasaran pembaca di perpustakaan yang dikelola bekas warga korban lumpur Sidoarjo Lapindo Brantas di Desa Balong Bendo, Porong, Sidoarjo itu adalah anak-anak sekolah dasar.

“Karena pikiran saya waktu itu saat masih sekolah, saya kesulitan mendapat buku bacaan karena saya bukan anak orang kaya. Jadi saya ingin anak-anak orang tidak mampu jangan sampai mengalami seperti apa yang saya alami dulu,” ungkapnya.

Suami dari Imroatul Mufida (29) ini kemudian mengumpulkan buku-buku bekas. Dengan uang pas-pasan hasil jualan jamu, dia berburu buku-buku bekas di Pasar Porong, Sidoarjo.

“Buku-buku saya waktu masih di pesantren juga saya kumpulkan untuk mengisi perpustakaan,” katanya.

Dengan kegigihannya membantu anak-anak desanya yang berasal dari kalangan bawah, Fauzi sukses membuka perpustakaan gratis. Saat ini, ada sekitar 6 ribu buku berbagai judul mengisi ruang perpustakaannya. Hanya saja, dari jumlah itu, baru 300 judul yang sudah dikelola sesuai standar perpustakaan.

Pembacanya juga sudah mulai merambah orang dewasa. Di perpustakaan bekas bangunan Poliklinik Desa ada dua ruang. Satu ruang untuk perpustakaan dewasa, satu ruang lagi untuk internet gratis. Ada dua unit komputer yang bisa diopersikan di ruang tersebut, tiga unit sisanya sudah rusak.

“Semuanya gratis, internetan juga tidak dipungut biaya, hanya kalau untuk nge-print, dikenakan biaya ganti kertas,” katanya.

Sementara di rumahnya, digunakan khusus untuk perpustakaan anak. Karena buku-buku bacaannya hanya bisa dikonsumsi pelajar-pelajar SD.

“Karena kalau perpustakaan anak, harus diawasi. Anak-anak tidak bisa dicekoki buku-buka yang isinya untuk orang dewasa. Sehari-hari istri saya yang mengawasi dan membimbing anak-anak.”

Sukses Fauzi mengelola perpustakaan meski berlatar-belakang pendidikan dan ekonomi rendah, juga mengantarkan dia menjadi juara nasional Lomba Tata Motor Inspiraksi (Hati bergerak tangan beraksi), berhadiah Rp 100 juta serta buku untuk menambah koleksi perpustakaannya.

Fauzi juga kerap menggelar seminar pendidikan gratis untuk anak-anak maupun orang dewasa. “Satu bulan ada program khusus, seperti mengadakan seminar gratis, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa,” tandasnya.

Sumber: merdeka.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s