Braille Corner, fasilitas di Perpus Kota Malang untuk tuna netra

Perpustakaan Kota Malang membuka braille corner, yakni sebuah fasilitas yang diperuntukkan para penyandang tuna netra. Sejumlah fasilitas diberikan untuk pengunjung tuna netra dalam ruangan khusus berukuran 46 meter.

Para anggota perpustakaan penyandang tuna netra bisa memanfaatkan fasilitas seperti koleksi buku-buku braille, player book beserta 50 keping CD, 3 unit computer yang sudah dilengkapi program-program khusus tuna netra.

Kepala Kantor Perpustakaan Kota Malang, Endang Suyatikah mengatakan, fasilitas tersebut untuk melengkapi koleksi yang sudah dimiliki selama ini. Karena berdasarkan Undang-Undang No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan bahwa perpustakaan wajib menyediakan fasilitas, tidak terkecuali untuk penyandang disabilitas.

“Ini merupakan kewajiban bagi perpustakaan. Kami seharusnya menyediakan fasilitas tidak terkecuali bagi kaum difabel. Sebenarnya tidak hanya untuk kaum tuna netra, tetapi keseluruhan kaum difabel,” kata Endang Suyatikah di Perpustakaan Kota Malang Jalan Ijen Kota Malang, Jumat (22/5).

Penyediaan braille corner ini, kata Endang, hanya dalam skala memulai sebuah mimpi besar untuk memberikan fasilitas bagi kaum difabel. Pihaknya akan melihat respon masyarakat lebih lanjut, sebelum nantinya dilakukan pengembangan-pengembangan.

“Seharusnya memang ada lift ke lantai 2 untuk difabel selain tuna netra, tetapi kalau butuh nanti ada petugas yang bisa membantu,” ungkapnya.

Untuk pengembangan, perpustakaan kota bekerja sama dengan Balai Penerbitan Braille Indonesia Abiyoso di Cimahi, Jawa Barat untuk pengadaan buku braille. Setiap bulan akan mendapatkan sekitar 200 judul buku dalam bentuk braille.

“Saat ini ada sekitar 2.000 buku braille yang menjadi koleksi perpustakaan, seperti keterampilan memijat, Alquran braille, novel braille dan buku-buku lain,” imbuhnya.

Penyandang tuna netra, Yepi Ristiani (23) selama ini mengaku suka membaca, tetapi koleksi yang dimiliki masih terbatas. Dia berharap koleksi-koleksi braille di perpustakaan Kota Malang selalu baru.

“Selama ini disediakan buku bacaan, tetapi biasanya sudah lama. Kalau di sini mungkin up to date, bukunya baru-baru,” kata Yepi Ristiani (23).

Yepi berharap lebih banyak lagi fasilitas yang diberikan oleh pemerintah di ruang-ruang publik. Selama ini kaum difabel termasuk tuna netra masih kesulitan untuk mendapatkan akses.

Sementara Ribut Budiono, UPT Rehabilitasi Cacat Netra Kota Malang mengaku masih kesulitan menemukan ruang publik yang menyediakan fasilitas khusus bagi difabel. Braille Corner merupakan awal yang sangat baik untuk para tuna netra, bahkan baru pertama di Indonesia ada perpustakaan umum yang dilengkapi koleksi buku braille.

“Fasilitas yang dibutuhkan ruangan luas yang nyaman, agar tidak ada benturan antar penyandang tuna netra. Tetapi memang belum ada, ini saja sebuah awal yang sangat baik,” katanya.

Sumber: merdeka.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s