Perpustakaan Kecil di Rumah

Pada industri informasi, komunikasi, dan teknologi (information, communication, and technology/ICT), jarang kita temukan perempuan sebagai pimpinan perusahaan. Megawaty Khie menjadi salah satu yang bisa menggapainya. Dia sekarang menjadi managing director PT SAP Indonesia, sebuah perusahaan solusi software untuk perusahaan.

Megawaty mampu membuktikan bahwa perempuan mampu dan tidak kalah bersaing dengan kaum laki-laki yang sering menjadi pemimpin dan memegang posisi penting dalam sebuah perusahaan. Perempuan bergelar bachelor of science in marketing dari South Illinois University, Carbondale, Amerika Serikat, ini pun bercerita tentang hobinya, peran keluarga dalam mendukung pekerjaan dan kariernya, serta menjalani pekerjaannya.

“Meskipun sibuk dengan pekerjaan dan menjadi salah satu pimpinan di SAP, saya selalu meluangkan waktu untuk membaca buku. Bahkan, di rumah, saya buat sebuah perpustakaan kecil dan mengoleksi berbaga buku bacaan. Mulai dari politik, TI (teknologi informasi, Red), dan otobiografi,” kata Megawaty di Jakarta, baru-baru ini.

Saking doyan membaca, dia sampai membuat sebuah perpustakaan kecil di rumahnya. Hal itu dilakukan agar buku-buku bacaan dan koleksinya bisa terkumpul dan tertata rapi di rak-rak yang disediakan.

Salah satu jenis bacaan yang paling disukainya adalah otobiografi. Dari bacaan tersebut, Megawaty tahu dan belajar tentang proses dari sebuah kehidupan. Sebuah buku otobiografi yang mengupas seorang tokoh, mulai membangun hidupnya dari awal, jatuh, kemudian bangkit lagi, itu menjadi bagian dari sumber inspirasinya.

“Jadi, saya paling suka baca buku otobiografi. Apalagi, baca otobiografi tentang wanita-wanita hebat yang berhasil. Setiap tokoh yang berhasil, bukan hanya keberhasilan saja yang kita lihat, tapi bagaimana kita melihat prosesnya. Karena yang namanya manusia hidupnya pasti naik-turun. Tidak mungkin hidupnya selalu bagus terus,” ujar ibu tiga anak ini.

Dia pun mengaku pernah membaca otobiografi dari Steve Jobs, mendiang pendiri Apple. Steve Jobs ternyata dikatahuinya pernah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja. Kemudian, dia belajar musibah yang menimpanya itu, dan akhirnya, berhasil mendirikan sebuah perusahaan raksasa, Apple, yang terkenal di dunia.

“Kita harus lihat, bagaimana seseorang yang dari kegagalan apa pun, dia bisa bangkit lagi. Tokoh-tokoh otobiografi, itu begitu. Yang pernah saya baca di antaranya Steve Jobss. Karena, dia kan pernah dipecat dari perusahaan sendiri. Jadi, itu yang harus kita belajar, untuk tambah ilmu,” jelasnya.

Peran Keluarga
Perempuan yang sudah 20 tahun berkutat di dunia TI ini melanjutkan, keluarga merupakan faktor yang yang sangat berperan penting bagi kariernya. Tanpa keluarga, dia mengaku tidak bisa mencapai posisi penting di tempatnya bekerja sekarang. Ibu kandung, suami, dan anak-anak diakuinya merupakan katalis yang memotivasi Megawaty, sehingga tetap berkomitmen dan bersemangat menjalankan pekerjaan.

Akhir pekan pun merupakan waktu yang penting buat keluarganya. Bagi dia, pertemuan dan kebersamaan dengan keluarga bukan hanya soal kuantitas pertemuan atau kebersamaan, tetapi kualitasnya yang lebih penting. Hal itu harus dilihat sebagai kesempatan emas untuk dimanfaatkan bersama keluarga.

“Yang paling saya kagumi adalah ibu saya. Semangat saya 30 persen itu dari ibu. Karena, ayah sewaktu saya masih kecil sudah meninggal, sehingga beliaulah yang membesarkan saya. Kalau suami dan keluarga tidak mendukung, mungkin saya juga sudah berhenti bekerja. Karena, tuntutan dari pekerjaan juga berat. Karena itu, harus ada suami yang mendukung penuh,” ungkap Megawaty.

Cintai Pekerjaan
Dari sisi pekerjaan, dia mengaku sangat mencintai pekerjaannya. Megawaty suka membangun kekompakan dan saling mendukung dalam pekerjaan (teamwork). Setiap tim harus bisa bekerja sama dalam mengejar target, untuk mencapai hasil yang maksimal. Karena itu, yang paling penting dalam sebuah teamwork adalah komunikasi.

“Itu menurut saya penting. Kalau kita ingin hasil dan kinerja yang bagus, yang utama adalah manusia. Kalau saya bicara dengan rekan tanpa beban, itu hasilnya akan lebih baik. Kalau sudah ada saling curiga, itu hasilnya tidak bagus. Jadi, teamwork, aku suka sekali,” ujar wanita yang pernah bekerja di Singtel, salah satu perusahaan telekomunikasi di Singapura.

Megawaty berharap kehadiran dunia TI di Indonesia dengan segala dinamika dan perkembangannya mampu membuat kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan maju. Sebab, teknologi merupakan unsur penting untuk memajukan kehidupan manusia, sehingga lebih simpel, efektif, dan produktif.

“Saya berharap, Indonesia bisa menjadi nomor satu, dari sisi, SDM (sumber daya manusia, Red), dan teknologinya, sehingga hidup masyarakat bisa lebih mudah dan efisien. Dengan demikian, kita tidak kalah bersaing dengan negara lain,” pungkasnya.

Sumber: beritasatu.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s