Pembenahan Gedung DPR: Bangun Alun-Alun hingga Atur Standar Ruangan

JAKARTA DPR mulai berbenah seiring program reformasi yang dicanangkan. Tim Implementasi Reformasi DPR yang dibentuk pada 9 Februari 2015 saat ini mulai menjalankan tugasnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebagai ketua tim mengatakan, ada tujuh program yang akan dilaksanakan. Diawali dengan pembangunan alun-alun reformasi. “Sebuah plasa reformasi bagi publik,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Alun-alun tersebut nantinya menjadi tempat unjuk rasa dan penyampaian aspirasi publik terbesar di Indonesia. ‎”Fasilitas ini yang pertama dibangun,” katanya.

Selanjutnya, pembangunan museum dan perpustakaan. Museum akan menggunakan gedung bundar yang lama sebagai cagar budaya. Yakni, gedung parlemen yang atapnya berwarna hijau. “Dengan menjadikannya ikon nasional mendunia yang kaya pengetahuan,” tuturnya.

Program ketiga adalah membangun akses publik ke gedung DPR. Itu untuk mempermudah tamu dan publik mengunjungi fasilitas di DPR, seperti museum, perpustakaan, dan ruang sidang. “Kita punya museum dan perpustakaan, tapi saya yakin banyak yang tidak tahu,” ujar Fahri.

Lalu, ada pusat pengunjung. Tempat tersebut nantinya berada di basemen. Di sana akan dibangun restoran, suvenir, bank, dan lainnya.

Kelima adalah pembangunan ruangan pusat pengkajian legislasi dan RUU. “Ini sudah dapat keppres dari presiden,” jelasnya. Selanjutnya adalah mengatur standar ruangan yang berlaku sama untuk semua anggota DPR dan staf pendukung. Saat ini, kata Fahri, pembangunan yang ada tidak terstruktur. Banyak anggota DPR yang memodifikasi ruangannya. “Nanti ini harus distandarisasi,” ujarnya.

Tahap terakhir adalah integrasi kawasan. “Akan jadi ikon baru. Akan jadi tempat kunjungan WNI dan WNA sebagai pengetahuan memori kolektif bangsa,” ucapnya.

Pembangunan di kompleks parlemen itu akan dilakukan secara bertahap pada periode pemerintahan saat ini. Sejumlah pihak sudah diajak bicara, seperti mahasiswa, arsitek, pakar budaya dan sejarah. Semua setuju dengan reformasi DPR tersebut untuk menjaga ingatan publik terhadap sejarah. “Bahaya kan kalau enggak, nanti rakyat bisa kudeta,” tandasnya.

Sumber: jawapos.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s