Sultra Salurkan 250 Buku ke Perpustakaan Desa

KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah menyalurkan 250 buku kepada 1.050 perpustakaan desa yang tersebar di 15 kabupaten dan dua kota. Setiap perpustakaan memperoleh 1.000 buku atau empat  buku untuk setiap judul.

“Penyaluran 250 buku ke 1.050 perpustakaan desa itu, merupakan upaya Pemprov Sultra meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya warga di pelosok desa yang kesulitan mengakses pendidikan formal,” ucap Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sultra, La Ongke, kepada SH, Kamis (14/5).

Sebanyak 250 judul buku yang bersumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan informasi warga desa. “Kami dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah tentu berkewajiban membantu pengelola perpustakaan desa melalui bimbingan teknik, mengenai keterampilan dan manajemen pengelolaan perpustakaan. Melalui bimbingan teknik tersebut, pengelola perpustakaan dapat menerapkan pengelolaan baik sehingga masyarakat desa bisa mencintai perpustakaan,” tuturnya.

Menurut Ongke, dalam memotivasi pengelola perpustakaan desa dan kelurahan, setiap tahun Kemendikbud menyelenggarakan lomba

Pengelolaan Perpustakaan Desa secara berjenjang. Lomba tersebut dimulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.“Artinya, pemenang lomba Pengelolaan Perpustakaan Desa tingkat kabupaten mewakili kabupatennya untuk ikut lomba di tingkat provinsi. Kemudian, pemenang lomba tingkat provinsi mewakili provinsi di lomba Pengelolaan Perpustakaan Desa tingkat nasional,” katanya.

Perpustakaan Terapung
Selain mendirikan perpustakaan desa dan kelurahan, dalam meningkatkan minat baca warga, Pemprov Sultra juga menyediakan perpustakaan terapung. Perpustakaan yang menggunakan sarana kapal tersebut disediakan untuk memenuhi kebutuhan warga yang bermukim di wilayah-wilayah pesisir Sultra.

“Saat ini, perpustakaan terapung baru tersedia di Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Buton. Di dua kabupaten tersebut, sebagian besar warganya hidup di pesisir yang aktivitasnya lebih banyak di laut,” ujar Ongke.

Menurutnya, Pemprov Sultra saat ini tengah mengusulkan sejumlah kabupaten pesisir di Sultra kepada Kemendikbud untuk disediakan perpustakaan terapung. Kabupaten-kabupaten pesisir tersebut masing-masing ada di Buton Utara, Konawe Kepulauan, Bombana, Muna, Buton Selatan, dan Buton Tengah.

Ongke menyebutkan, keberadaan perpustakaan terapung di wilayah pesisir sangat penting dan strategis dalam mendorong peningkatan pengetahuan masyarakat pesisir. Melalui perpustakaan terapung, warga pesisir dapat memperoleh tambahan pengetahuan dan wawasan, terutama pengetahuan yang terkait pekerjaan sehari-hari warga pesisir.

“Dengan rajin membaca buku di perpustakaan terapung, pengetahuan warga pesisir secara bertahap membaik. Pada gilirannya, pengetahuan yang didapat melalui membaca bisa melahirkan inovasi kreativitas dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” ucapnya.

Sumber: viva.co.id

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s