Minat Santri Baca Kitab Kuning Menurun

Sampang – Masuknya program pendidikan umum ke dalam kurikulum lembaga pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) tanpa disadari telah berdampak kepada menurunnya minat para santri untuk membaca kitab kuning.

Sekretaris PCNU Kabupaten Sampang Mahrus Zamroni mengatakan, guna membentengi minat baca kitab kuning di kalangan santri, PCNU Sampang menggelar lomba membaca kitab kuning di Pendopo Wakil Bupati Sampang.

Menurutnya, Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab moral terhadap generasi muda atau santri. Salah satunya dengan cara menghidupkan kembali minat baca kitab kuning yang semakin terkikis perkembangan zaman.

“Pesantren itu adalah lembaga keagamaan yang identik dengan kajian kitab kuning. Sementara masuknya program-pogram pendidikan umum ke pesantren membuat kebiasaan membaca kitab kuning tergerus. Padahal kibat kuning ini ciri khas dan rohnya pesantren,” tegasnya, Kamis (14/5/2015).

Tidak sekadar lomba, santri berjumlah 60 orang dari pondok pesantren se-Sampang ini, juga dituntut memahami betul isi kitab kuning yang dilombakan. Yakni kitab Fathul Qorib, baik dari segi nahwu, shorof atau tata bahasanya maupun dari segi pemaknaannya.

“Kita menggali bibit-bibit dari pondok pesantren yang mahir membaca kitab kuning, dari segi kefasihan kelancaran membaca dan pemahaman makna nahwu dan shorofnya,” pungkasnya.

Sumber: beritajatim.com

Advertisements

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s