YOGYA – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPAD DIY) terus melakukan digitalisasi koleksi langka, termasuk buku-buku, suratkabar maupun koleksi Yogyasiana. Koran Kedaulatan Rakyat sejak awal penerbitan 27 September 1945 sampai seputaran tahun 1970 yang berada di Perpustakaan Nasional Jakarta maupun BAPD DIY merupakan koleksi langka, termasuk buku-buku terbitan tahun 1600an.

Edisi KR lama yang untuk membukanya harus hati-hati agar tidak rusak. (Foto: Adhisupo)

Kepala BPAD DIY Budi Wibowo SH MM mengungkapkan hal tersebut saat menerima kunjungan rombongan Tim Dokumentasi KR yang dipimpin staf Sekretariat Direksi KR Suparyoso. Kunjungan Tim KR untuk menindaklajuti rencana kerja sama bidang dokumen, arsip dan perpustakaan, sekaligus tukar pengalaman dan ngangsu kawruh proses digitalisasi koleksi.

Pada kesempatan itu rombongan diterima Kepala BPAD DIY didampingi Kabid Pelayanan Dra Monika Nur Lastiyani MM, Kabid Deposit dan Pengelolaan BP Drs Widodo Sunarno, Kasubid Pembinaan Dewi Ambarwati SSos MAP, Kasubid Pelestarian Pustaka Ratih Wijayaningsih SSos MM, Kasubid Pelayanan Meiranti Nurani SH, staf Kasubid Pelayanan Miswanto dan pustakawan BPAD Anang Fitrian.

Diakui oleh Budi Wibowo, koleksi lama Koran KR kondisi fisik sudah memperihatinkan, karena digitalisasi Koran KR lebih diutamakan walau tidak menafikan koran lain terbitan lama yang lain. “Sebagai upaya menghindari kerusakan fisik koran langka yang sudah lapuk ini dilakukan digitalisasi dan koleksi fisik dimasukkan ke dalam kotak yang diharapkan steril dari panas, debu maupun goresan,” kata Budi Wibowo.

Menurut Monika Nur Lastiyani, identifikasi koleksi koran KR dilakukan sejak tahun 1945. Sayang terbitan KR hari pertama tidak ditemukan di BPAD yang dulu dikenal sebagai Perpustakaan Wilayah DIY. Koleksi koran KR berada di 3 lokasi, BPAD, Jl Tentara Rakyat Mataram (TRM) 29, TRM 4 dan Jl Malioboro di sebuah bangunan kuno yang termasuk cagar budaya DIY.

Mulai dilakukan digitalisasi sejak 1990-an. Dimulai dengan buku langka dan Koran KR yang kondisinya memang sudah rapuh. Pada awalnya Koran KR ini dimikrofilm-kan, tetapi sekarang sudah tidak terbaca dan masih beruntung karena berhasil diselamatkan oleh Perpustakaan Nasional RI. “BPAD sangat berhati-hati dalam memperlakukan koran langka ini,” kata Monika.

Widodo Sunarno menjelaskan, banyak koleksi koran langka yang sudah rapuh, sehingga dengan kotak pelindung dan koleksi dilapisi tissue khusus diharapkan memperpanjang umur koleksi tersebut. “Sangat disayangkan kalau koleksi sangat bernilai dibiarkan merana, karena itu BPAD bertekad melindunginya sekuat tenaga melalui kerjasama ini,” kata Widodo.

Sumber: krjogja.com

Advertisements

One thought on “TERMASUK KORAN ‘KEDAULATAN RAKYAT’ : Perpustakaan DIY Miliki Koleksi Langka

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s