Kasus Korupsi Perpustakaan, Aktivis UI Bersih Tawarkan Bantuan Data ke KPK

Jakarta - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam gerakan Universitas Indonesia (UI) Bersih menyambangi kantor KPK. Kehadiran Ade Armando, Melanie Budianta, Riris K Sarumpaet, Nur Iman Subodo dan Maneke Budiman, dimaksudkan untuk menawarkan bantuan data kepada KPK, dalam penyidikan kasus Teknologi Informasi (IT) Perpustakaan Pusat UI.

“Kami dari UI Bersih bertemu dengan KPK. (Soal) Apa yang bisa kami bantu, data-data yang diperlukan,” kata Ade, yang ditemui di kantor KPK, Jumat (14/6).

Ade juga mengaku gerakan UI Bersih bisa membantu KPK menghadirkan saksi tambahan yang dibutuhkan UI. Sementara, terkait penetapan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Administrasi Umum UI, Tafsir Nurchamid, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan IT Perpustakaan UI, Ade berharap agar Tafsir tidak menjadi tersangka tunggal.

“Perkembangan mutakhirnya seperti apa, dan kita berharap jangan satu orang jadi korban. Kasihan,” kata Ade.

Ade mengaku meyakini, ada aktor intelektual dalam korupsi yang terjadi di UI. “Dalam logika saya, sepertinya begitu,” katanya.

Seperti diketahui, Kamis (13/6), KPK menetapkan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Administrasi Umum UI, Tafsir Nurchamid, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan IT Perpustakaan UI.

“Setelah melakukan penyelidikan pembangunan dan instalasi perpustakaan pusat di UI tahun anggaran 2010-2011 senilai Rp21 miliar, kami temukan dua alat bukti yang cukup, bahwa Wakil Rektor Bidang SDM dan Pelayanan Administrasi Umum berinisial TN sebagai tersangka,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, kemarin.

Johan mengatakan, Tafsir dijerat dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. “Diduga sementara TN sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini,” katanya.

Dalam kasus ini, diduga ada penggelembungan harga dalam pengadaan proyek IT senilai Rp20 miliar tersebut. KPK mengendus adanya keterlibatan pimpinan UI dalam penyimpangan proyek ini.

KPK antara lain sudah meminta keterangan rektor demisioner UI, Gumilar Rusliwa Soemantri, serta sekitar 40 orang lainnya.

Sumber: beritasatu.com

About these ads

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s